Kolom

Dalam Persaudaraan Ukhuwah Islamiyah

Segala puji bagi Allah Al-Haqq, tuhan Yang Maha Benar, yang sempurna dalam setiap kebenaran-Nya, yang mustahil bagi-Nya menipu dan salah. Shalawat serta salam kepada hamba-Nya yang setia, pembawa risalah terakhir, rasulullah Muhammad, serta para sahabat dan siapa yang meneladaninya hingga hari kiamat.

Islam menekankan pentingnya persaudaraan dan kasih sayang, tidak hanya kepada sesama manusia tetapi juga kepada makhluk hidup lainnya. Konsep ukhuwah islamiyah mengajarkan bahwa setiap muslim adalah saudara bagi muslim lainnya.

Firman Allah dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Persaudaraan dalam Islam bukan sekadar ikatan lahiriah, tetapi juga ikatan hati dan iman. Manusia cenderung berkumpul dengan orang-orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya, baik dalam pemikiran, nilai, maupun kebiasaan. Oleh karena itu, lingkungan dan pergaulan sangat berpengaruh terhadap keimanan seseorang.

Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang itu mengikuti agama sahabat dekatnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa dia berteman.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa seseorang sangat bergantung pada siapa ia berkawan. Jika ingin memiliki sahabat yang shalih, maka kita pun harus berusaha memperbaiki diri dan memantaskan diri dengan kefahaman agama yang cukup serta mengamalkan perbuatan yang baik. Persaudaraan ukhuwah islamiyah bukan sekadar berkumpul karena kesamaan identitas, tetapi bersama-sama dalam melakukan kebaikan dan mengajak kepada kebajikan.

Persaudaraan sejati dalam Islam didasarkan pada ketakwaan dan kecintaan kepada Allah. Bukan karena kesamaan suku, bangsa, atau status sosial, tetapi karena iman dan amal shalih.

Rasulullah SAW bersabda: “Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, maka ia akan merasakan manisnya iman: mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi segala sesuatu, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan membenci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dalam ukhuwah islamiyah, kita diajarkan untuk saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Tidak cukup hanya berkumpul dan berinteraksi, tetapi kita juga harus berperan dalam membimbing dan membantu saudara kita untuk tetap di jalan yang benar.

Firman Allah: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling menasihati dalam kebenaran serta saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 1-3)

Salah satu bukti nyata ukhuwah islamiyah adalah sikap saling tolong-menolong dan mengutamakan kepentingan saudara muslim lainnya. Para sahabat Rasulullah SAW memberikan contoh terbaik dalam hal ini, seperti kaum Anshar yang dengan ikhlas membantu kaum Muhajirin tanpa mengharap imbalan. Mereka mengutamakan persaudaraan atas kepentingan pribadi.

Selain itu, ukhuwah islamiyah juga mengajarkan kita untuk saling memaafkan dan berprasangka baik. Sering kali perpecahan terjadi bukan karena perbedaan prinsip, tetapi karena kesalahpahaman dan ego pribadi. Oleh karena itu, kita harus berlapang dada dan senantiasa mencari solusi terbaik dalam setiap perbedaan.

Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, saling membelakangi, dan janganlah sebagian kalian menjual barang di atas penjualan sebagian yang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim)

Di era modern ini, tantangan dalam menjaga ukhuwah islamiyah semakin besar. Perbedaan pandangan, budaya, dan latar belakang sering kali menjadi penyebab perpecahan di antara kaum muslimin. Namun, jika kita kembali kepada ajaran Islam yang murni, kita akan menemukan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk berpecah belah, melainkan peluang untuk saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain.

Persaudaraan yang hakiki bukan hanya terjalin di dunia, tetapi juga berlanjut hingga akhirat. Allah menjanjikan bahwa orang-orang yang saling mencintai karena-Nya akan mendapatkan naungan di hari kiamat.

Rasulullah SAW bersabda: “Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya… di antaranya dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Sebagai muslim, kita harus selalu menjaga ukhuwah islamiyah dengan mengedepankan kasih sayang, tolong-menolong, dan saling menasihati dalam kebaikan. Jangan biarkan perbedaan menghalangi persaudaraan, karena pada hakikatnya kita adalah satu umat yang bersatu dalam kalimat tauhid.

Semoga Allah menguatkan ikatan ukhuwah di antara kita, menjauhkan kita dari perpecahan, dan menjadikan kita bagian dari hamba-hamba-Nya yang saling mencintai karena-Nya. Amiin.

Artikel asli: https://darulfunun.id/learn/ibrah/20250326-dalam-persaudaraan-ukhuwah-islamiyah

Related Articles

Back to top button