Menumbuhkan Cinta Lingkungan Melalui Pembelajaran Geografi
Di tengah tuntutan akan pendidikan yang relevan dan kontekstual, Bapak Ahmad Ripai, S.Pd., seorang guru geografi yang berdedikasi, berupaya mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan pengembangan sikap cinta lingkungan.
Baginya, geografi bukan hanya sekadar ilmu tentang bentang alam dan peta, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap bumi yang kita pijak.
Melalui pendekatan yang inovatif, Bapak Ripai menerapkan kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi. Ia percaya bahwa dengan menanamkan rasa cinta (kasih) terhadap alam dan pemahaman bahwa alam adalah ciptaan Tuhan yang harus dijaga, siswa akan memiliki motivasi yang kuat untuk bertindak.
Teori ini tidak hanya berhenti di ruang kelas. Ia mendorong para siswa untuk terlibat dalam aksi nyata.
Salah satu programnya adalah penanaman 350 pohon pelindung dan penghijauan dalam satu tahun. Target ini bukan sekadar angka, melainkan simbol komitmen kolektif untuk menciptakan lingkungan madrasah yang lebih hijau dan sejuk.
Setiap pohon yang ditanam adalah harapan baru, pengingat akan tanggung jawab kita sebagai manusia untuk menjaga keseimbangan alam.
Melalui kegiatan ini, Bapak Ahmad Ripai tidak hanya mengajar geografi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur yang akan dibawa para siswanya hingga dewasa.



