Uncategorized

Generasi ke X Resmi Disambut: MAN Insan Cendekia Padang Pariaman Gelar Sosialisasi Program Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026

Padang Pariaman (MAN IC) Suasana haru, antusias, dan penuh harapan menyelimuti Aula MAN Insan Cendekia Padang Pariaman pada Sabtu pagi (12/07), saat seluruh peserta didik baru Tahun Ajaran 2025/2026 yang disebut sebagai Generasi X, bersama orang tua mereka, mengikuti kegiatan Sosialisasi Program Pendidikan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyambut perjalanan awal para peserta didik untuk menempuh pendidikan di madrasah unggulan berbasis sains, riset, dan teknologi tersebut.
Acara dibuka secara khidmat dengan membaca Al-quran oleh Ustadz Syahlul Munal dan doa bersama yang dipimpin oleh Muklis, Tk Kari. Setelah pembukaan, satu per satu wakil kepala madrasah memaparkan program dan sistem pendidikan yang akan dijalani oleh peserta didik selama berada di MAN Insan Cendekia Padang Pariaman.
Dr. Darwin, selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, mengawali sesi pemaparan dengan menjelaskan alur proses pembelajaran di MAN Insan Cendekia Padang Pariaman. Ia menegaskan bahwa sistem pembelajaran di madrasah ini berorientasi pada pengembangan nalar kritis, inovasi riset, dan penguasaan teknologi berbasis literasi digital.
“Setiap peserta didik hanya diperbolehkan menggunakan laptop sebagai penunjang belajar. HP tidak diperkenankan untuk digunakan selama di lingkungan madrasah. Kami ingin menjaga suasana belajar yang kondusif dan berfokus pada peningkatan kapasitas akademik. Karena MAN Insan Cendekia adalah madrasah riset, diperlukan daya juang yang kuat dari ananda semua,” ujar Dr. Darwin dengan penuh semangat.
Ia menambahkan bahwa target MAN IC Padang Pariaman bukan hanya meluluskan siswa, melainkan melahirkan generasi tangguh yang mampu menembus perguruan tinggi favorit di Indonesia maupun luar negeri. “Insyaallah, ananda semua mampu. Namun perjuangan ini harus disertai dengan kolaborasi yang solid antara madrasah dan orang tua. Peran orang tua bukan semata pada pembiayaan, namun yang utama adalah menjadi motivator yang hadir secara moral dan spiritual,” tegasnya.
Selanjutnya, Nur Azizi, M.Pd., Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, memaparkan pentingnya kedisiplinan peserta didik dalam menaati tata tertib madrasah. Ia menegaskan bahwa setiap peserta didik telah diberikan buku Tata Tertib dan wajib membacanya bersama orang tua, sebagai bentuk kesepahaman dan komitmen terhadap aturan madrasah.
“Tata tertib bukan sekadar tulisan. Ia adalah kesepakatan etis yang harus ditaati. Kami berharap tidak ada peserta didik yang melanggar, karena setiap pelanggaran tentu ada konsekuensinya. Ketertiban adalah kunci dari keberhasilan proses pendidikan di madrasah ini,” tegas Nur Azizi di hadapan para wali murid.
Menyambung penjelasan tersebut, Syahlul Munal, S.Pd.I., M.A., Wakil Kepala Bidang Asrama, memperkenalkan sistem keasramaan yang menjadi salah satu pilar pembentukan karakter siswa di MAN Insan Cendekia Padang Pariaman. Ia menjelaskan bahwa setiap peserta didik akan tinggal di asrama yang diawasi oleh para pembina.
“Asrama adalah rumah kedua ananda. Seluruh kegiatan, mulai dari belajar malam, ibadah, kebersihan, hingga pengembangan kepribadian, berlangsung di sana. Di setiap kamar berisi enam orang, dan sudah difasilitasi dengan tempat tidur, meja belajar, dan lemari pakaian serta dua Kamar mandi. Kedisiplinan di asrama adalah bagian dari proses pembelajaran yang integral,” jelas Syahlul.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara peserta didik dan pembina asrama. “Segala kebutuhan ananda di asrama harus dikomunikasikan kepada pembina. Kami ingin menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, nyaman, dan mendidik,” tambahnya.
Puncak acara sosialisasi ditandai dengan sambutan hangat dari Kepala MAN Insan Cendekia Padang Pariaman, Hendrisakti Hoktovianus, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyambut peserta didik Generasi X dengan penuh optimisme.
“Selamat datang, Ananda Generasi X. Kalian adalah anak-anak hebat yang telah terpilih untuk berproses di madrasah ini. Bapak yakin, Insyaallah kalian akan sukses, dengan semangat yang kuat dan daya juang yang tinggi,” ucapnya penuh harap.
Hendrisakti juga menyampaikan filosofi peran madrasah dalam mendidik anak-anak. Ia menggambarkan madrasah sebagai moda transportasi khusus.
“Kami ibarat sebuah transportasi, bukan mobil, bukan kapal, melainkan pesawat. Transportasi yang cepat dan istimewa untuk mengantarkan ananda menuju masa depan yang cerah. Kami adalah pilot dan pramugari yang akan melayani ananda dan orang tua dengan sebaik-baiknya. Kami mengusung semangat Madrasah Melayani dengan Baik,” ungkapnya penuh metafora.
Beliau juga berpesan kepada para orang tua agar senantiasa berdoa dan menjadi fasilitator utama dalam perjuangan anak-anaknya. “Jangan khawatir, Bapak Ibu. Kami akan terus menjaga kualitas pendidikan dan pembinaan anak-anak ini. Tapi keberhasilan itu akan sempurna jika ada sinergi dari tiga unsur utama: madrasah, orang tua, dan lingkungan,” tutupnya.
Kegiatan sosialisasi ini bukan hanya memperkenalkan program, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan semangat kebersamaan di antara madrasah, siswa, dan orang tua. Sebuah langkah awal yang penuh harapan dalam menyongsong masa depan generasi emas Madrasah Insan Cendekia Padang Pariaman. Nda

Artikel Generasi ke X Resmi Disambut: MAN Insan Cendekia Padang Pariaman Gelar Sosialisasi Program Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026 pertama kali tampil pada MAN Insan Cendekia Padang Pariaman.

Related Articles

Back to top button